Senin, 07 September 2009

Sumber Air di Daratan

Perairan di daratan dan yang terbentuk oleh proses alam dan ada juga yang di bentuk oleh hasil kerjaan manusia. kesemuanya itu merupakan hasil dari daur Hidrologi yang berfungsi menguap air.

A. sungai

sungai adalah hasil pengikisan air berupa lepasan batuan, yang kenal berupa batu kali.

B. Danau

Danau adalah air darat yang selalu mengumpul dalam suatu cekungan. Cekungan dapat terjadi karena lapisan batuan yang mengalami lipatan dan patahan. Terkadang warna air danau pun berbeda-beda, ini disebabkan karena adanya kandungan hayati ataupun nirhayati di perairan danau. Adapun fungsi danau yaitu sebagai tempat pemeliharan ikan, rekreasi, dan pengairan serta tempat penampungan air.

C. Bendungan.

Bendungan atau waduk adalah penampungan air yang dibuat manusia.Adapun kegunaan air bendungan yaitu untuk menanggulangi banjir pada musim hujan dan mencegah kekeringan pada musim kemarau.

Antara Etos Kerja

Dua tahun terakhir ini saya banyak berurusan dengan anak-anak muda yang tak bisa meneruskan sekolah tapi juga belum bisa segera memperoleh lapangan kerja. Mereka adalah generasi mutakhir bangsa kita, calon penerus “perjuangan”.

Dalam struktur makro masyarakat nasional kita, mayoritas penduduk desa tergolong kelas bawah, atau paling jauh ada satu dua lower-middle. Tapi dalam struktur mikro masyarakat desa itu sendiri, ada tatanan tersendiri, ada variable khas, serta ada sifat-sifat tertentu yang meskipun diakibatkan oleh system makro, namun harus diperhitungkan juga secara local. Artinya, diantara lapisan bawah itu masih ada kelas-kelas lagi, terutama secara ekonomi.

Tetapi pada kesemuanya itu ada suatu pararel. Ada suatu benang merah yang mempertemukan kondisi mereka yang diakibatkan oleh semacam krisis sejajar. Artinya krisis yang ditimbulkan oleh bagaimana kebijaksanaan-kebijaksanaan yang mengontruksi sejarak kemasyarakatan kita. Dalam hal ini, yang menonjol dari “kebijaksanaan” itu adalah kebelum merataan pembangunan ekonomi, kebelum seimbangan antara frekuensi peningkatan ekonomi dengan tawaran konsumsi-konsumsi yang dibawa serta oleh peningkatan ekonomi makro tersebut.

Dari sudut lain, hal terakhir itu, bisa kita sebut sebagai timpangnya penerapan teknologi sebagai perangkat inovasi kesejarahan dengan posisinya sebagai pedagang mimpi, artinya iming-iming konsumsi. Hal ini di dukung oleh lembaga-lembaga pendidikan yang umumnya tidak mampu memberi landasan pengetahuan dan kesadaran kepada anak muda kita, agar bisa menghadapi keadaan tersebut secara sehat.

Kita semua sudah tahu bahwa kurikulum pendidikan formal kita hampir selalu tidak mengusahakan integritas yang runtut dengan permasalahan yang terus berkembang dalam kehidupan masyarakat. Namun dengan mengemukakan hal tersebut tak berarti saya semata-mata menyalahkan para pengajar, karena sepanjang pengetahuan saya; bahkan banyak sekali mahasiswa-mahasiswa tingkat tinggi yang hidup di tengah pusaran pusat perubahan dan perkembangan masyarakat modern ini, tidak cukup mengetahui seluk-beluk perubahan dan permasalahan yang dikandung oleh masyarakat. Mereka bahkan tak sedikit yang juga menjadi “pasien” dari apa yang diatas disebut sebagai krisis sejarah.

Generasi Barang Jadi

Bahwa krisis tersebut menyebabkan anak-anak muda kita punya sikap mental konsumtif itu sudah lama kita ketahui bersama. Tapi yang tidak selalu kita insafi barangkali adalah detail dari dimensi-dimensi intrinsic sikap mental konsumtif itu ; menyangkut bertumbuhnya kecenderungan tertentu dalam soal etos kerja, etos hasil yang seringkali memaksa kita untuk berpikir lebih kompleks ketika menyelenggara usaha - usaha pengembangan masyarakat . Masalah ini lebih ruwet dari yang sering dicoba atasi secara parsial dan sporadic dengan acuan-acuan “kemauan berwiraswasta”, “penanggulangan kenakalan remaja “, “pengarahan dan penataran”, atau apalagi igauan-igauan nasional kita tentang “bersama kita bisa” dan seterusnya.

Anak-anak muda kita dewasa ini dibesarkan oleh suatu iklim lingkungan yang sangat mendorong mereka untuk ingin cepat-cepat menikmati hasil. Yang disebut hasil, juga dipersempit pada pemilikan materialistik.

Kerja bagi mereka (sadar atau tidak sadar) benar-benar hanya suatu cara untuk mencapai hasil. Maksud saya, yang mereka cintai hanya hasil. Mereka tidak sekaligus mencintai kerja tersebut, maka kalau ada kemungkinan mereka bisa menikmati ‘hasil’ tanpa kerja apa-apa jadilah.

Semangat melakukan sesuatu pekerjaan, proses mencintai dan mengakrabi pekerjaan yang baik, kenikmatan ruhani selama mengerjakan sesuatu, tidak pernah dihitung sebagai suatu hasil. Impian-impian mereka terutama hanya di sekitar enjoying konsumsi-konsumsi. Ini termasuk sikap mereka terhadap sekolah yang utama bukan usaha mencintai proses mencari ilmu, tapi semata-mata memfungsikan status sekolah untuk investasi kerja, artinya untuk investasi hasil. Selesai sekolah, mereka dapat hasil satu; status. Kemudian masuk kerja untuk hasil yang lain; kekayaaan. Ini rumus pokok karakter kesejarahan masa kini kita.

Kita hanya siap menerima hasil. Dan kalau bisa muati cepat-cepat. Maka, dengan sekolah yang penting ijazah. Kalau kerja gampang korupsi. Kalau tak kerja, gampang, jadi gali atau pencuri. Kita hanya siap menerima barang jadi. (c’nun)

Wild Conservation (Konservasi liar)

The word conservation comes kata konservasi datang from a Latin word meaning dari bahasa latin yang berarti “to keep” or “ to guard”. It once “memelihara” atau “menjaga” hal itu meant careful preservation and berarti berniat melestarikan dan protection chiefly of forests and melindungi terutama hutan dan wildlife. Now we know that kehidupan liar. Sekarang kita tahu bahwa we must apply conservation to kita harus menerapkan konservasi untuk everything in environment. segala hal di lingkungan.

The practice of conservation is Praktek konservasi . really a way of life that avoids sesungguhnya jalan hidup yg menghindari waste of our natural resources limbah dari sumber daya alam kita and finds ways to share the dan menemukan jalan untuk berbagai limited supplies. It means that sumberdaya yg terbatas. Itu berarti bahwa we must not pollute the kita tidak harus mengotori environment or must clean up lingkungan atau harus membersihkan areas that are already polluted. wilayah yang telah dikotori

The earth has more than Di bumi lebih dari 1.500.000 kinds or species, of 1.500.000 jenis atau spesies dari plants and animals. Part of the tumbuhan dan binatang. Bagian dari wildlife kingdom has already kerajaan kehidupan liar telah been lost and a great many punah dan banyak sekali species are threatened. The Spesies yang terancam Endangered Species List Daftar Spesies kondisi bahaya contains about 600 animal berisi kira-kira 600 binatang species is gone, it cannot be spesies yang punah. Itu tidak dapat re-created. And we may never dibuat kembali. Dan kita tidak pernah know what value it might have tahu apa nilai yang dimilikinya had in the web of life. Dalam jarring-jaring kehidupan

Uncontrolled killing for profit Pembunuhan yg tidak terkendali utk keuntungan or sport, was once the chief atau olahraga, hal yang utama cause of extinction. Today laws dari pemunahan. Hari ini hukum regulate hunting and fishing in peraturan berburu & memancing dibuat di many countries. But other banyak negara tetapi lain dangers to wildlife exist. As the bahaya untuk keberadaan kehidupan liar pollution grows, more forests are. Seperti perkembangan populasi, banyak hutan cleared and wildlife habitats are ditebang dan tempat tinggal kehidupan liar lost. New dams may threaten the hilang.. Bendungan baru dapat mengancam existence of certain kind of fish. A keberadaan dari jenis ikan. highway may cut some animals jalan raya dapat memotong beberapa bintang off from sources of food. Dari sumber makanan.

Conserving other natural Memelihara sumber alam lain resources help to protect wildlife. Membantu melindungi kehidupan rimba If we use less paper, fewer trees Jika kita menggunakan sedikit kertas sedikit, will be cut down. If we use less pohon akan ditebang. Jika kita mengguna sedikit electricity, fewer dams will be listrik, sedikit bendungan akan built. We can help to conserve dibangun. Kita adapt menolong memlihara wildlife directly, too by obeying kehidupan rimba secara langsung, juga hunting and fishing laws, planting oleh kepatuhan pd hukum berburu & memancing bushes and shrubs to provide menanam semak dan semak belukar food and shelters for wildlife. Menyediakan makanan dan tempat berlindung untuk kehidupan rimba

Conservation is not a new Konservasi bukan suatu perhatian baru concern of society. It has been an bagi masyarakat. Itu bagian penting important part of civilization for dari masyarakat sipil untuk banyak negara many centuries. In north America, Di Amerika Utara orang-orang he first conservationists were the konservasi pertama adalah Indians. They killed only the orang Indian. Mereka membunuh hanya animals that they needed, and binatang yang mereka butuhkan dan. they wasted nothing. Mereka tidak menyisakan apapun.

CEKAKAK JAWA (Halcyon cyanoventris)


Deskripsi :

Berukuran sedang (25 cm), berwarna sangat gelap.

dewasa ; kepala

coklat tua, tenggorokan dan

kerah coklat. Perut dan punggungnya biru ungu,

penutup sayap hitam, bulu

terbang biru terang. Bercak putih pada sayap terlihat sewaktu terbang.

Remaja ; tenggorokan keputih-putihan, iris coklat tua, paruh dan kaki merah.

Suara :

Jernih berdering : “cii-rii-rii-rii” atau “crii-crii-crii”, dan suara lain yang mirip Cekakak belukar.

Penyebaran global :

Endemik di Jawa dan Bali

Penyebaran lokal dan status :

Tersebar luas dan tidak jarang di lahan terbuka di dekat air bersih, sampai ketinggian 1.000 m di Jawa dan Bali. Telah hilang dari beberapa tempat yang dulu sering dikunjungi.

Kebiasaan :

Bertengger pada cabang rendah pohon yang terisolasi atau pada tiang di lahan rumput terbuka. Memburu serangga dan mangsa lain. Jarang sekali berburu di atas air. Lebih pendiam dibandingkan Cekakak sungai, tetapi suaranya sering terdengar.

“Pentingnya Pelestarian Satwa dan Habitatnya


Dari Kerimbunan Nyim Legok



Alam tempat kita tinggal, dan alam yang telah memberikan sumber kehidupan bagi kita. Semoga kita tidak termasuk kepada golongan orang-orang yang tidak mensyukuri nikmat-Nya.

Masih dengan berjuta-juta harapan, semoga buletin yang kami sajiukan ini dapat membuat kita semakin sadar bahwa Yang Maha Kuasa menitipkan alam beserta isinya kepada kita, dan kewajiban kita untuk menjaganya, karena kelak akan kita wariskan kepada anak cucu kita. (redaksi)

Di PKBM Flyfree warga belajar yang sudah memiliki pengetahuan lebih banyak mulai di latih untuk belajar menjadi tutor baik Kurus Bahasa Inggris maupun Komputer. Selain itu telah dibentuk juga team Nature For Leader sebagai sarana belajar konservasi dan lingkungan hidup. Serta dibuat juga team redaksi bulletin Flyfree Weeks yang terbit 1 bulan 2 kali yang berisi sekitar informasi kegiatan PKBM Flyfree dan informasi-informasi actual

HUKUM KERJASAMA


Setiap harinya, entah dalam hal apa, kita merupakan bagian dari sebuah tim. Pertanyaannya bukanlah, Akankah kita berpartisipasi dalam sesuatu yang melibatkan orang lain? Melainkan, pertanyaannya adalah, Akankah keterlibatan kita dengan orang lain itu sukses? Semua orang tahu kerjasama adalah hal yang baik; malah, ini sangat perlu! Tetapi bagaimanakah sesungguhnya cara kerjanya? Apakah yang menjadikan sebuah tim hebat? Mengapakah ada tim yang langsung sampai di puncak, melihat visi mereka menjadi kenyataan, sementara yang lain tampaknya tidak kemana-mana?

Pertanyaan-pertanyaan ini tidak sederhana jawabannya. Kalau sederhana, dunia olahraga akan melahirkan lebih banyak juara, dan daftar perusahaan versi Fortune 500 takkan pernah berubah dari tahun ke tahun.

Salah satu tantangan dalam mempelajari tentang kerjasama adalah bahwa bahkan orang-orang yang telah membawa timnya ke tingkatan tertinggipun di bidangnya terkadang menemui kesulitan mengidentifikasikan apa yang membedakan sebuah tim yang hebat dengan sekumpulan individu yang tampaknya tidak dapat bekerjasama. Ada yang mengatakan bahwa kunci untuk meraih kemenangan adalah etos kerja yang kuat. Tetapi memangnya kita belum pernah kenal dengan individu-individu pekerja keras yang tak pernah bekerjasama untuk mencapai potensi mereka?. Bagaimanakah kita dapat merangkulnya dan belajar darinya untuk membangun tim kita sendiri.

  1. HUKUM NILAI KERJASAMA

“satu adalah jumlah yang terlalu sedikit untuk mencapai kebesaran”

Siapa sajakah pahlawan pribadi Anda?, Orang-orang yang manakah yang paling Anda kagumi?, Orang-orang yang manakah yang paling memotivasi Anda ?, Apakah Anda Mengagumi ;

* Para innovator bisnis, seperti Jeff Bezos, Fred Smith, Bill Gates?

* Para atlit hebat seperti Michael Jordan, Marion Jones, Mark McG?

* Para jenius kreatif, seperti Pablo Picaso atau Amadeus Mozart?

* Para tokoh kebudayaan popular, seperti Andy Warhol atau Elvis P?

* Para pemikir revolusioner, seperti Marie Curie, Thomas A Edison atau Albert Einstein?

Atau mungkin daftar Anda mencakup orang-orang dibidang yang tidak kita sebutkan. “Kepercayaan bahwa satu orang dapat melakukan sesuatu yang hebat hanyalah mitos”.

“Tak ada masalah yang tak dapat kita pecahkan bersama, dan sangat sedikit masalah yang dapat kita pecahkan sendirian”.

Mengapakah Kita Berdiri Sendirian?

  1. Ego ; tidak banyak orang yang mau mengakui bahwa mereka tak dapat melakukan segalanya, tetapi inilah kenyataan hidup.
  2. Ketidak-tentraman ; dalam setiap pekerjaan ada individu yang tidak mempromosikan kerjasama karena merasa terancam oleh orang lain.
  3. Kenaifan ; ada orang yang berkata “seandainya saya harus mengulang dari awal lagi, akan saya cari bantuan”. Komentar seperti itu secara tepat menggambarkan perasaan orang tipe ketiga yang gagal menjadi pembangun tim. Dengan naïf mereka meremehkan kesulitan mencapai hal-hal besar. Akibatnya, mereka berusaha melakukan sendirian.
  4. Temperamen ; Ada orang yang tidak terlalu supel dan pokoknya tidak pernah terpikirkan tentang membangun tim atau berpartisipasi dalam tim. Sementara mereka menghadapi tantangan-tantangan, tidak pernah terpikirkan oleh mereka untuk meminta bantuan orang lain dalam mencapai sesuatu. “Telah diketahui bahwa orang lebih berprestasi kalau bekerjasama dengan yang lain ketimbang bertentangan dengan orang lain”.

“Tak seorangpun lengkap tanpa tim . . Kita saling membutuhkan. Anda butuh seseorang dan seseorang membutuhkan Anda. Kita bukanlah pulau-pulau terisolasi. Untuk membuat kehidupan berhasil, kita harus saling membantu, memberi dan menerima, mengakui dan mengampuni. Dan mengulurkan tangan, merangkul, dan mengandalkan. . . Karena tak seorangpun dari kita ini utuh, mandiri, dapat mencukupkan diri sendiri, super handal, sangat hebat, janganlah kita pura-pura demikian. Kehidupan sudah cukup sepi tanpa perlu kita perparah lagi dengan sok jagoan sendirian.

Marilah kita saling bekerjasama.

Minggu, 06 September 2009

MENYUSURI GUA NAMBOTOE

Sebagaimana diketahui air mudah melarutkan batuan kapur. Pada kedalaman tetentu pelarutan itu dapat membentuk terowongan. Jika dasar terowongan mempunyai struktur batuan kedap air, maka akan terjadilah sungai bawah tanah. Air sungai ini keluar ke permukaan bumi di tempat lain.

Kadang-kadang pelarutan batuan kapur dibawah permukaan itu hanya sekedar membentuk rongga. Dan rongga ini apa yang kita sebut GUA Dari atas atap gua air terus menetes. Ditempat air menetes itu terjadi endapan kapur yang menggantung dan disebut stalaktif. Tempat tetesan jatuh di dasar gua terbentuk pula endapan kapur yang disebut stalagmite. Gejala alam ini semakin memperindah pemandangan di dalam gua.

Pada hari Minggu tanggal 10 Juni 2007 Team Natur For Leader (NFL) Fly Free menyusuri Gua Nambotoe yang terletak di Bukit Nambotoe Kp, Cidadap Dusun Legok Desa Legok Jawa Kecamatan Cimerak Kab. Ciamis. Informasi tentang gua didapat dari penduduk setempat yang pernah menyusuri gua tersebut.

Team NFL Fly Free yang ikut serta dalam penelusuran tersebut adalah Uwa, Dedi, Gess, Array, Otong, Iman, Sigit, dan dipimpin oleh saya yang juga sebagai penanggung jawab Bidang Lingkungan dan Konservasi di PKBM Fly Free.

Jam 09.00 team mempersiapkan peralatan (senter, tali, dan tak lupa kamera untuk dokumentasi) dan perbekalan, walaupun peralatan yang dibawa terbatas tapi kita tetap akan mencoba menyusuri gua tersebut.

Perjalanan ke lokasi Gua cukup melelahkan dan menantang lamanya kira-kira 1 jam, melewati bukit, sungai, dan persawahan dan akhirnya team tiba dilokasi, gua

itu tertutup semak belukar dan di

alir air,sepertinya gua ini merupakan sungai bawah tanah.

Mulut gua kemudian kami bersihkan dari semak belukar untuk memudah kan kami memasukinya, sambil orientasi area, dan memastikan bahwa gua itu aman untuk dimasuki. Akhirnya Saya, Uwa, Mang Dedi, Array, Otong dan Gess yang akan mendokumentasikan penyusuran ini, memasuki Goa Tinggi air didalam gua bervariasi dari yang setinggi lutut sampai kurang lebih 2 m kami bisa tenggelam hingga berjalan harus hati-hati, banyak lorong dan cabang didalamnya, kira-kira 2 jam kami menyusuri gua, jalur utamanya terendam oleh air sehingga kami tak mungkin melewatinya. Akhirnya sambil beristirahat kami memutus kan untuk menghentikan penelusur an ini dan melanjutkannya kembali di musim kemarau mudah-mudahan air tidak terlalu banyak meredam gua.